|
Kebohongan Ramaditya Adikara "Blogger" Tunanetra |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Jumat, 20 Agustus 2010 16:31 |
Kaget dan tak percaya!!
Itulah dua perasaan spontan yang muncul dua kali untuk satu orang yang kuketahui.
Dua perasaan itu muncul bersamaan saat mengetahui pertama kali sosok Ramaditya Adikara atau yang biasa disapa dengan Rama itu di televisi. Seorang blogger tuna netra yang memiliki banyak talenta dengan kategori high skill level, seperti komposer musik game dan sound engineer, selain juga mampu mengetik cepat di laptopnya (ingat, Rama adalah seorang tuna netra) serta casciscus dalam bahasa Inggris.
Dua perasaan itu kemudian muncul kedua kali saat sedang membaca Tips tentang optimasi SEO dan menemukan artikel yang menceritakan tentang kebohongan publik yang dilakukan oleh Ramaditya.
Ini bukan hanya gosip isapan jempol belaka. Namun benar-benar terjadi dan bahkan Rama sendiri telah mengakui kebohongan yang dilakukannya selama ini dengan mengklaim sejumlah musim game Jepang, seperti Xenogears, Super Mario Galaxy, Super Mario Galaxy 2, Xenosaga, dan ChronoCross.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Hari Kesepuluh di Bulan Ramadhan |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Jumat, 20 Agustus 2010 11:05 |
Rahmat Allah Tak Pernah Putus Hari ini kita telah menginjak hari kesepuluh di bulan Ramadhan. Hari kesepuluh merupakan hari terakhir di sepuluh hari pertama yang penuh rahmat sebelum kemudian masuk ke dalam sepuluh hari kedua yang sering disebut sebagai hari pengampunan.
Meski demikian, tidak perlu rasanya kita berputus asa atau bahkan berputus harapan dari rahmat Allah swt yang rahmat-Nya teramat luas. Kita harus yakin dan percaya bahwa kapanpun dan dimanapun rahmat dari Allah swt itu selalu tercurah kepada hamba-hambanya.
Begitu pula dalam menjalankan bisnis online dimana banyak orang yang awalnya menggebu-gebu, namun kemudian menyerah hanya karena hasil yang didapatnya tidak sesuai dengan harapannya. Padahal, seandainya dia tetap berikhtiar dan kemudian berserah diri kepada Allah, tentu Allah akan memberikan apa yang diharapkannya.
Ingatlah, Bila Allah belum memberikan apa yang kita inginkan dan harapkan, bisa jadi hal tersebut tidak akan baik untuk kita. Marilah kita tetap mengharap rahmat dari Allah swt sekaligus pengampunan dari-Nya karena hanya Allah yang dapat mengabulkan segala doa dan harapan. |
|
Hari Kesembilan di Bulan Ramadhan |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Kamis, 19 Agustus 2010 09:46 |
Mulutmu Harimaumu
Menonton Ketika Cinta Bertasbih (versi Sinetron) kemaren malam, serasa diingatkan kembali tentang bahaya lisan dan perkataan yang tidak dijaga.
Sebuah perkataan (yang mungkin tidak merefleksikan si pengucap) menjadi sebuah justifikasi bagi orang yang mengucapkan dan membawa dampak yang besar tidak hanya kepada orang yang mengucapkan, tetapi juga kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya serta berhubungan dengannya.
Ceritanya, Vina (searing wanita modern yang pernah tinggal beberapa tahun di Tokyo, Jepang, menggantikan Husna yang mengundurkan diri sebagai pembawa acara konsultasi di radion JPMI) mendapat pertanyaan dari seorang gadis yang hendak menikah.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Hari Kedelapan di Bulan Ramadhan |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Rabu, 18 Agustus 2010 07:43 |
Semakin tidak terasa, dalam menjalani ibadah puasa di bulan suci ramadhan ini, kita telah menapaki hari yang kedelapan. Apa yang telah kita rasakan selama delapan hari berpuasa? Apakah hanya merasa lapar dan haus dan ketika berbuka lalu merasa lega? Ataukah ada getaran-getaran lain yang merasuk di dalam kalbu seiring dengan ibadah-ibadah kita dalam bulan suci Ramadhan ini?
Puasa merupakan sarana dalam usaha mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Dalam penggalan surah Al-Ahzab ayat 35, Allah berfirman bahwa "… kaum pria serta wanita yang berpuasa dan kaum pria serta kaum wanita yang banyak mengingat Allah. Maka Allah akan menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar".
Apakah kita semua tidak ingin mendapat ampunan dan pahala seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT? Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan sesempurna mungkin seperti yang diperintahkan dan diwajibkan Allah kepada orang-orang yang beriman seperti halnya orang-orang sebelum kita agar kita bertakwa. |
|
Hari Ketujuh di Bulan Ramadhan |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Selasa, 17 Agustus 2010 07:29 |
Hari ketujuh di bulan suci Ramadhan telah menjelang. Masihkah kita mampu melaksanakan ibadah-ibadah di bulan suci ini dengan baik.
Menurutku, apabila diibaratkan perkembangan seorang manusia, hari ketujuh ini masuk ke dalam fase perkembangan remaja sehingga seharusnya kita masih memiliki semangat yang menggebu-gebu untuk melaksanakan berbagai ibadah yang dianjurkan dalam bulan suci ramadhan.
Namun, aku merasa bahwa shaf-shaf di masjid atau musholla sudah mulai maju (dalam jumlah baris). Padahal, hari ketujuh yang juga masuk ke dalam 10 hari yang penuh rahmat sehingga sayang sekali jika kita meninggalkan ibadah-ibadah yang seharusnya kita perbanyak di bulan suci ramadhan.
Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang lalai dan merugi di bulan suci ramadhan ini. |
|
Hari Keenam di Bulan Ramadhan |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Senin, 16 Agustus 2010 10:27 |
Kita telah memasuki puasa hari keenam di bulan Ramadhan. Tak terasa memang, karena segala sesuatu yang kita kerjakan dengan ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah swt akan terasa ringan. Dan semoga ibadah yang terasa ringan dalam pelaksanaannya ini tetap akan berat pada timbangan amal dan pahalanya. Amin!
Dua hari yang lalu, kebetulan saya menghadiri sebuah acara yang menghadirkan seorang mantan President of the influential freedom of expression movement PEN Canada yang bernama Nelofer Pazira.
Dia adalah seorang pembuat film sekaligus bintang film, penulis, dan wartawan yang berasal dari Kanada namun berkebangsaan Afghanistan. Nelofer lahir di India, dimana ayahnya kemudian bekerjasama bersama WHO, sebuah organisasi yang menangani kesehatan milik PBB.
Nelofer Pazira yang seorang wanita ini terlihat cantik dalam balutan pakaian indah yang didominasi oleh warna merah, hijau dan kuning. Meski dalam suasana bulan ramadhan, namun aktifitasnya tidak berkurang sedikitpun dan ia tampak tetap segar menjalani rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena, sebuah organisasi kepenulisan yang telah terkenal.
Inilah bukti nyata bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas dan karena Allah swt, maka Allah akan memudahkan semua urusannya sehingga yang terlihat beratpun akan menjadi ringan seringan kapas.
Nah, sudahkah kita menjalankan ibadah puasa ini dengan penuh keikhlasan?
|
|
Nelofer Pazira dan Soft Launching Rumah Cahaya |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Senin, 16 Agustus 2010 10:20 |
Hari Sabtu (14/8) kemaren, alhamdulillah dapet waktu juga untuk datang ke Rumah Cahaya dalam rangka menghadiri soft launching Rumah Cahaya sekaligus menyambut kedatangan Nelofer Pazira yang kuceritakan kemaren.
Nah, sekarang, aku ingin sedikit menulis profil Nelofer ini dalam bahasa Inggris (Biar kelihatan keren aja).
So, simak deh!
Nelofer Pazira an award-winning Afghan-Canadian director, actress, journalist and author, she grew up in Kabul, Afghanistan, where she lived through ten years of soviet occupation before escaping with her family to Pakistan in 1989. From there, they immigrated to New Brunswick, Canada, in 1990.
In 1996, Nelofer attempted to return to Afghanistan – still under Taliban rule – to find a lost childhood friend. Although unsuccessful, nelofer became the star of Kandahar, a highly acclaimed featured film –presented at Cannes in 2001 – which was based on her journey. She was awarded the Prix d’interpretation by the festival du Nouveau Cinema de Montreal for her performance in Kandahar. She also assisted UNESCO as a goodwill ambassador in their cultural work inside Afghanistan. She’s been a jury member at a number of film festivals including Locarno, Geneva, Sao Paulo and Montreal.
Nelofer later performed in, co-producerd, and co-directed Return to Kandahar, which won th 2003 Gemini award in Canada and she also appeared in Christian Frei’s documentary, The Giant Budhhas. In 2008, she directed and produced Audition, a documentary about images and cinema in Afghanistan premiered at Hot Docs and is currently playing at international film festivals. Act of Dishonour is her new feature drama about honor killing and the plight of returning refugees.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Hari Kelima di Bulan Ramadhan |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Minggu, 15 Agustus 2010 10:16 |
Bulan puasa adalah bulan yang penuh hikmah dan berlimpah pahala. Bahkan, tidurnya orang puasa pun disebut sebagai ibadah. Namun, apakah selama bulan puasa kita hanya akan tidur saja tanpa melakukan kegiatan-kegiatan lainnya? Jika benar demikian. Lantas, apa faedah dan manfaatnya bulan ramadhan ini.
Sebagai seorang muslim yang beriman (karena seruan untuk berpuasa hanya bagi orang-orang yang beriman) kita semestinya lebih bijak dan arif dalam mengartikan kata-kata ‘tidurnya orang puasa itu adalah ibadah’.
Coba sekarang kita merubah pola pikir kita dengan berkata seperti ini, “Orang tidur di bulan puasa saja ibadah, apalagi kalau kita terus melakukan kegiatan ibadah lainnya seperti membaca Al-quran ataupun memperbanyak shalat-shalat sunnah, tentu pahala yang kita dapatkan lebih besar lagi.”
Kalaupun tidak menemukan kegiatan-kegiatan ibadah lainnya (Masa sih nggak bisa nemuin kegiatan ibadah?), kalian yang berkecimpung dalam dunia bisnis online, bisa saja melakukan optimasi terhadap situs-situs kalian sehingga waktu yang ada tidak hanya terbuang untuk tidur saja, tetapi juga bermanfaat untuk kegiatan yang lain. Mulai dari yang kecil dan mulailah dari sekarang juga. |
|
Hari Keempat di Bulan Ramadhan |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Sabtu, 14 Agustus 2010 10:13 |
Puasa di bulan Ramadhan telah memasuki hari keempat pada sepuluh hari pertama yang sering juga disebut sebagai sepuluh hari yang penuh rahmat. Sudahkah kita perbanyak amal ibadah kita, seperti shalat-shalat sunnah, infak dan sedekah?
Ingatlah bahwa semua amal ibadah maupun infak dan sedekah yang kita keluarkan nantinya akan kembali kepada kita. Pernahkah kita memikirkan sejenak, pada saat kita bersedekah, kemudian tiba-tiba saja ada rezeki yang datangnya tak pernah kita sangka-sangka? Pernahkah pula kita memikirkan sejenak bahwa orang-orang yang berbuat baik kepada kita setelah kita selesai bersedekah ataupun melaksanakan ibadah lainnya itu adalah benar-benar manusia?
Maksudnya adalah mungkin saja orang-orang yang membantu kita itu adalah malaikat-malaikat yang disuruh Allah untuk menolong kita karena amal perbuatan baik kita ataupun karena sedekah kita. Apakah mereka pasti malaikat? Ya, belum tentu juga. Karena Allah dapat menurunkan pertolongannya kepada siapapun dan melalui siapapun.
Kalaupun orang yang telah kita kenal lama dan kemudian membantu kita, mungkin dia benar berwujud manusia. Namun perbuatannya itu digerakkan hanya oleh Allah swt.
Sekali lagi, di hari keempat dan di dalam bulan suci yang penuh rahmat dan barakah ini, sudahkah kita perbanyak amal ibadah serta infak maupun sedekah kita? |
|
Hari Ketiga di Bulan Ramadhan |
|
Ditulis oleh ovan
|
|
Jumat, 13 Agustus 2010 13:10 |
Sepertinya tiada terasa, tiba-tiba kita telah menginjak hari ketiga puasa di bulan suci Ramadhan. Nanti, tiba-tiba juga kita telah menapakai hari ke sepuluh, kedua puluh, dan akhirnya hari terakhir di bulan Ramadhan serta kemudian merayakan hari kemenangan yaitu hari Idul Fitri.
Mumpung masih di hari ketiga yang masuk ke dalam sepuluh hari pertama yang penuh rahmat, tidak berlebihan kiranya jika kita saling mengingatkan untuk berbuat kebaikan. Seperti halnya bersedekah yang dapat kita lakukan kapan saja, dimana saja serta kepada siapa saja yang membutuhkannya.
Bersedekah harus dilakukan dengan segala keikhlasan dan sebisa mungkin jangan disebarluaskan karena khawatir menimbulkan perasaan riya' dalam diri kita.
Sudahkah, kalian bersedekah hari ini? |
|
|